22 sept 2014
Banyak orang di negeri ini berprasangka bahwa menghafal Al-Qur’an itu
sulit. Prasangka seperti itu tidak layak dibiarkan berkembang, bahkan
harus dibuang jauh-jauh sampai hilang dari benak setiap muslim di negeri
ini. Sebab prasangka tersebut tidak sesuai dengan fakta, bahkan
bertentangan dengan penjelasan dan janji Allah dalam surat al Qomar ayat
17, bahwa Al Qur’an itu mudah untuk dihafal.
Pada faktanya, di setiap kurun generasi selalu banyak orang yang dapat
menghafal Al Qur’an. Mulai dari sejak awal diturunkannya Al Qur’an
kepada Rasulullah SAW hingga saat ini, dunia ini tidak pernah kosong
dari orang-orang mulia para penghafal Al Qur’an.
Pada hakikatnya, Al Qur’an itu mudah untuk dihafal. Siapa saja yang mau
bertekad dan bersungguh-sungguh untuk menghafal Al Qur’an, pasti ia bisa
dengan mudah untuk menghafalnya. Hal ini sudah merupakan jaminan dari
Allah ‘Azza wa Jalla sebagai pemilik Al Qur’an. Sebagaimana firman-Nya
dalam surat al-Qomar (54) ayat 17, 20, 32 dan 40, yang artinya: “Dan
sesungguhnya telah Kami mudahkan Al Qur’an itu untuk pelajaran, maka
adakah orang yang mengambil pelajaran?”
Pada ayat tersebut, Allah SWT telah menegaskan dengan pasti bahwa Al
Qur’an itu mudah untuk dipelajari, termasuk menghafalnya. Adanya
pengulangan dalam pengungkapan ayat yang lafazhnya sama, sampai empat
kali pengulangan dalam satu surat, memberikan ”penguatan (ta’kiid)”
makna bahwa Al Qur’an itu benar-benar mudah untuk dipelajari. Oleh
karena itu setiap muslim wajib meyakini bahwa mempelajari Al Qur’an itu
mudah, termasuk menghafalnya. Karena itu sudah merupakan janji Allah
SWT. Dan Allah tidak pernah menyalahi janjiNya.
Imam Jalalain menjelaskan ayat tersebut dalam kitab tafsirnya bahwa
”Kami (Allah SWT) telah memudahkan Al Qur’an dihafal dan telah
mempersiapkannya mudah untuk diingat”. Lafazh istifham (fa hal…)
mengandung makna perintah, yakni: ”hafalkanlah Al Qur’an itu oleh kalian
dan ambillah sebagai nasihat buat kalian” (Tafsir Jalalain hal 383).
Berdasarkan penjelasan Imam Jalalain dalam menafsirkan surat Al Qomar
ayat 17 tersebut, dapat kita pahami bahwa Allah SWT benar-benar telah
memudahkan Al Qur’an untuk dihafal dan telah mempersiapkan susunan
kalimat dalam ayat-ayatnya mudah untuk dihafal. Bukankah Al Qur’an itu
Kalamullah? Allah SWT lebih tahu kalam-Nya dari pada manusia. Kalau
Allah SWT sudah menyatakan Al Qur’an mudah dipelajari, mudah dihafal,
mudah diingat pastilah demikian adanya. Sehingga tidak layak seorang
muslim meragukan kebenarannya.
Lebih dari itu, Allah SWT juga telah menyiapkan perangkat dalam tubuh
manusia untuk bisa menghafal seluruh ayat-ayat Al Qur’an. Yakni, Allah
SWT telah menciptakan otak manusia bisa mengingat dan menyimpan
informasi. Berarti semua ayat-ayat Al Qur’an bisa disimpan dalam memori
otak manusia. Demikian juga Allah SWT telah menciptakan indera
pendengaran pada tubuh manusia sebagai alat/perantara mencerap bunyi
ayat-ayat Al Qur’an agar tersimpan di dalam memori otak manusia.
Dengan demikian menghafal Al Qur’an adalah pelajaran termudah dari
mempelajari Al Qur’an, karena strateginya hanya “mendengar secara
berulang”. Sehingga anak usia dini pun bisa menghafal AlQur’an. Bahkan
orang buta pun bisa menghafal Al Qur’an. Siapapun bisa menghafal Al
Qur’an, selama indera pendengarannya masih berfungsi dengan baik dan
otaknya masih sehat, memorinya masih bisa menyimpan informasi. Modal
utama dalam menghafal Al Qur’an adalah tekad yang kuat dan upaya yang
sungguh-sungguh secara konsisten.
Cara Mudah Menghafal Al Qur’an
Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menghafal Al Quran dengan mudah, yaitu:
1. Mendengar secara berulang bacaan ayat-ayat Al Qur’an, baik bacaan
sendiri maupun bacaan orang lain. Tetapkan frekuensi pengulangan
minimal (3, 5, 7, 9, 11, 13 atau 15) kali di setiap waktu yang
ditetapkan sebagai jadwal rutin program tahfizh. Upayakan agar
senantiasa terjadi penambahan jumlah pengulangan pada periode waktu
tertentu. Misalnya bulan ini 3x pengulangan di setiap waktu tahfizh,
maka bulan depan bertambah menjadi 5x pengulangan di setiap waktu
tahfizh. Demikian seterusnya hingga mencapai 15x pengulangan di setiap
waktu tahfizh.
2. Tetapkan waktu khusus sebagai jadwal rutin program tahfizh.
Misalnya: setiap ba’da shalat 5 waktu. Sehingga setiap ba’da shalat 5
waktu, mendengar/membaca ayat-ayat Al Qur’an sebanyak minimal 3x atau
5x dan seterusnya 7/9/11/13/15 pengulangan sesuai kemampuan. Kalau
belum bisa konsisten setiap ba’da shalat 5 waktu, minimal setiap ba’da
Shubuh dan ba’da Maghrib. Setiap ada kelalaian pada waktu tertentu.
harus diqodlo pengulangannya di waktu yang lain. Setiap hari total
pengulangan diusahakan selalu mencapai target minimal.
3. Mulai menghafal ayat-ayat Al Qur’an yang sedang menjadi fokus
hafalan setelah bacaannya mengalir dengan lancar, minimal 30x
pengulangan. Hal ini dimaksudkan supaya mudah menghafalnya.
4. Fokus hafalan boleh pindah setelah hafalannya lancar, minimal 70x
pengulangan. Hal ini dimaksudkan supaya hafalannya kuat bertahan, tidak
mudah lupa.
5. Fokus hafalan dimulai dari surat An Naas sampai An Nabaa’ pada juz
30. Selanjutnya juz 1, 2, 3, dst. Pada juz 30, fokus hafalan di lakukan
persurat, sedangkan pada juz 1, 2, 3, dst dilakukan per halaman.
Itu beberapa aktifitas yang bisa dilakukan untuk dapat menghafal Al
Quran. Sekali lagi, tidak ada yang sulit dalam menghafal Al Quran.
Semuanya kembali ke tekad kita. Bukan soal kemampuan, tapi kemauan. Anda
mau? Mau! Anda siap? Siap!
YUSRON AL-HAFIDZ

Tidak ada komentar:
Posting Komentar